DUA KAWASAN TERPENTING DI DUNIA

,


by. Rahmatullah Harum

I. PENDAHULUAN

Memperhatikan pergolakan poilitik, ekonomi, dan militer yang dilancarkan oleh Amerika Serikat disatu sisi, dan bangsa-bangsa Eropa di sisi lain. Keduanya sangat memerlukan kawasan yang menjadi primadona bagi negera mereka.

Eropa dan Amerika merupakan dua kekuatan yang berusaha membagi kekuasaan di dunia yang seolah mereka sudah membuat kesepakatan untuk membagi dua kekuasaan.

Sesuai pengamatan terhadapa situasi pergolakan kedua bangsa tersebut terlihat, bahwa Amerika menginginkan untuk menguasai Asia dan Eropa akan menguasai Afrika. Mengapa kedua kawasan ini menjadi target untuk dikuasai, karena kedua kawasan ini merupakan kawasan yang memiliki sumber daya alam yang melimpah, dimana sumber daya alam itu merupakan kebutuhan penting bagi kedua bangsa tersebut.

Kawasan Asia dianggap penting, karena sumber daya alam, sumber daya hayati dan sumber daya manusianya sangat melimpah. Kawasan Asia masih banyak menyimpan cadangan minyak bumi, sedangkan minyak bumi merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi negara-negara industri. Diketahui bahwa Amerika Serikat merupakan negara yang dominan mengembangkan industri di segala bidang, begitu pula Eropa yang tentunya memerlukan lahan garapan untuk dikuasai sebagai strategi mengantisipasi terjadinya kelangkaan bahan baku untuk kebutuhan industri, maka Eropa diberi kesempatan oleh Amerika untuk menguasai Afrika.

Strategi untuk mengkapling kekuasaan ialah mengembagkan strategi politik militer dengan mengancam, bahkan kalu dianggap perlu mengadakan invasi secara besekutu dengan negara-negara Eropa dan tidak memperdulikan kesepakatan maupun ketentuan yang telah ditetapkan oleh PBB. PBB pun dalam hal ini menampakkan keraguannya untuk mengambil sikap terhadap pelanggaran karena Amerika Serikat mempunyai hak veto yang kasarnya mempunyai hak untuk bertindak semaunya, namun keluar dari kesepakan. Dan hampir semua rancangan yang diusulkan dalam dalam sidang PBB dan kebijakan lainnya semata hanya untuk kepentingan Amerika dan Eropa sendiri, seperti WTO. IMF dan sebagainya bermuara pada keuntungan dirinya, bukan untuk kepentingan bersama atau kepentingan negara yang diberi bantuan.

Untuk keluar dari persoalan ini sebaiknya bangsa-bangsa Asia dan Afrika membentuk Persatuan Bangsa Bangsa Asia Afrika, WTAA, AAMF, dan sebagainya, sebagai langkah untuk melepaskan keterikatan bangsa-bangsa Asia Afrika dari ketergantungan kepada Amerika dan Erpa. Dengan demikian maka bangsa-bangsa Asia Afrika pada akhirnya berkemampuan untuk membangun dirinya sendiri.

II. ASIA AFRIKA MERUPAKAN KAWASAN PENTING

Asia dan Afrika, merupakan dua kawasan penting yang harus dilindungi dan dipelihara oleh bangsa-bangsa yang mendiami di kedua kawasan tersebut, karena kedua kawasan tersebut memiliki kelebihan baik dari sumber daya alamnya sumber daya hayati, maupun dari sumber daya manusianya, begitu pula dari segi geografis, geologi, dan kesejarahannya.

Kalau kita mempelajari peta dunia maka jelas nampak bahwa kedua kawasan tersebut sangat strategis, karena kedua kawasan tersebut merupakan jalur geografis yang dapat menghubungkan Amerika dengan Eropa. Secara geologi, kedua kawasan tersebut memiliki kandungan tambang dan mineral yang melimpah, begitu pula fauna dan floranya yang kesemuanya merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi negara Amerika dan Eropa.

Dilihat dari sumber daya manusianya, bangsa Asia dan Afrika memiliki power yang luar biasa baik jumlah maupun fisiknya tergolong manusia yang kuat, namun mereka menganggap tingkat kecerdasan, penguasaan ilmu dan teknologi masih sangat terbelakang. Dengan dasar inilah sehingga nampaknya bangsa Amerika dan Eropa menganggap enteng bangsa-bangsa Asia dan Afrika sehingga mereka berupaya untuk menguasainya. Atas dasar itu pula sehingga bangsa Amerika dan Eropa berupaya menekan bangsa-bangsa Asia dan Afrika dengan berbagai cara, termasuk melalui cara perang agar tidak mengalami kemajuan yang pesat karena menjadi kekhawatiran apabila bangsa-bangsa Asia dan Afrika mengalami kemajuan yang pesat akan menjadi pesaing yang berat bagi Amerika dan Eropa, bahkan merasa akan dikalahkan oleh bangsa-bangsa Asia dan Afrika. Kalau bangsa-bangsa Asia dan Afrika mengalami kemajuan ilmu dan teknologi akan menjadi sulit mengais keuntungan melalui sumber daya alam dan sumber daya manusianya.

Kalau kita melihat dari sudut kesejarahan bangsa Asia dan Afrika, merupakan bangsa yang seharusnya di atas dari segala bangsa yang ada di dunia. Karena bangsa yang mendiami Asia dan Afrika merupakan wilayah penempatan manusia pertama di dunia, menurut sejarah, Adam diturunkan dan di tempatkan di bumi oleh Allah SWT. diwilayah Hindustan. Kemudian manusia pertama oleh Allah mempertemukan dengan Hawa guna mengembangkan keturunan untuk memelihara dan mengembangan dirinya di atas permukaan bumi , karena memangnya manusia di tempatkan di bumi sebagai khalifah untuk mengatur kehidupan berdasarkan konsep yang diperintahkan oleh Allah SWT. tetapi Allah menyatakan bahwa kebanyakan manusia itu kafir kepada-Nya.

Dalam perkembangan jumlah manusia yang semakin banyak, beranak pinak dalam wilayah penempatan manusia pertama yang kemudian Allah SWT. memilih diantara manusia untuk diangkat menjadi Nabi dan diantara Nabi itu ada yang dinyatakan sebagai Rasul Allah SWT. Hampir semua Nabi dan Rasul yang menjadi pilihan Allah lahir di Asia, dan sebagian diantaranya lahir di Afrika. Tetapi kalau ditelusuri, tentu asal muasalnya juga dari Asia. Begitu pula yang dikatakan orang-orang cerdas, ahli fikir, ahli filsafat, pencetus dan pengembang pemikiran yang berhubungan dengan Tuhan yang melahirkan agama-agama samawi dan agama budaya sebagai pengendali kehidupan (kehidupan spiritual), perintisan dan penerapan awal ilmu dan teknologi pada mulanya berada di Asia, kemudian dikembangkan oleh bangsa Eropa, baru kemudian di Amerika. Jadi sesungguhnya bangsa Asia dan Afrika adalah bangsa yang unggul, bangsa yang mula-mula diberikan pengetahuan oleh Allah SWT untuk mengatur dan mengembangkan kehidupan manusia. Seluruh kemajuan peradaban manusia pada awalnya bersumber dari kawasan Asia dan Afrika (Babilonia, Yunani dsb.). Di Afrika diketahui tempat persebaran keturunan Nabi Ya’qub, Nabi Musa, dan seorang tokoh yang dikenal terkuat Iskandar Zulkarnaen yang diabadikan di dalam al-Qur’an sebagaimana keabadian nama Nabi-nabi dan Rasul Allah di dalam al-Qur’an.

Untuk mengembalikan kepercayan diri bangsa Asia dan Afrika, perlu terus menerus diadakan penelitian dan publikasi keunggulan bangsa-bangsa Asia dan Afrika. Dengan jalan seperti ini kedua bangsa tersebut secara berangsur-angsur akan menemukan jati dirinya, kepercayaan dirinya sehingga akan lahir kemampuan dan potensi dirinya untuk memelihara dan mengembangkan asset yang dimiliki oleh kedua bangsa tersebut. Tentu dengan ditemukannya jati diri kedua bangsa ini akan berusaha melepaskan dirinya dari cengkeraman dan dominasi bangsa Eropa dan Amerika di kawasan Asia dan Afrika yang selama ini menjadi wilayah yang empuk untuk mengais keuntungan, dan dari keuntungannya mereka menggunakan untuk memperkuat dominasi mereka yang seolah tidak mau melepaskannya sebagai negara jajahan.

Oleh karena pentingnya kedua kawasan Asia dan Afrika sehingga sejak dahulu bangsa Eropa telah menjadikan kawasan untuk berebut nafkah, bahkan terkadang mengadakan perang sesama mereka untuk menguasai suatu wilayah maka terjadilah kekuasaan yang silih berganti di dalam satu wilayah, misalnya Indonesia pertama dikuasai oleh Portugis, kemudian Belanda, kemudian Inggeris, kemudian kembali lagi ke Belanda, dan terakhir adalah Jepang yang menyerahkan kekuasaan kepada Bangsa Indonesia. ItupunBelanda masih berusaha untuk kembali menguasai Indonesia dengan membonceng pada tentara sekutu.

Untuk apa mereka berebutan di kawasan Asia dan Afrika ?, tidak lain hanya untuk mengais keuntungan melalui penggalian sumber daya alam, hasil bumi dan laut dan penggunaan sumber daya manusia yang murah untuk memenuhi kebutuhan bahan baku industri yang mereka kembangkan, utamanya kebutuhan minyak bumi dan sumber mineral lainnya, demikian pula hasil bumi yang berupa hasil hutan dan hasil laut. Selain itu, juga sebagai kawasan untuk memasarkan hasil industri karena di wilayah Asia dan Afrika memiliki penduduk yang cukup lumayan jumlahnya sangat bagus sebagai obyek pasar. Oleh karena kawasan Asia dan Afrika merupakan kawasan yang sangat menguntungkan maka diupayakanlah agar tidak maju-maju dalam bidang ilmu dan teknologi. Kalaupun didorong dan dibantu dalam bidang pendidikan, berangkali bantuannya itu sebagai jalan untuk mengais keuntungan yang lebih besar. Yang jelas bahwa bantuan selama ini yang digulirkan rupanya merupakan bantuan untuk hancur dengan mempermainkan nilai mata uang menyebabkan kemampuan untuk membayar hutang selalu mengalami kebuntuan sehingga semakin bertambah yang harus dibayar, maka menjadilah suatu ikatan untuk menjadikan bangsa yang mulai berkembangan menjadi ketergantungan kepada mereka.

Bangsa Asia dan Afrika, telah lama menghadapi ujian kesulitan, ujian dengan perang sehingga tidak perlu lagi merasa khawatir untuk mengurangi bahkan menghilangkan ketergantungan kepada bangsa Eropa dan Amerika. Penderitaan yang dialami oleh bangsa Asia dan Afrika cukup menjadi pelajaran berharga baik pengalaman pahit dari segi kekuasaan politik, ekonomi, maupun keamanan telah lama mereka melatih kita sehingga bangsa Asia dan Afrika sudah mampu mengukur ketahanannya baik kemiskinan, maupun dalam berperang, sisa bagaimana bangsa Asia dan Afrika memanfaatkan pengalamannya itu untuk memasuki dan memperkuat pertahanan, perekonomian untuk menolak dominasi Eropa dan Amerika di kawasan Asia dan Afrika.

Inilah barangkali yang dilihat oleh Bung Karno sehingga dengan berani menyatakan menetang Amerika dan keluar dari PBB mungkin karena beliau sudah mengetahui kondisi dan posisi bangsa Asia dan Afrika. Mungkin atas dasar pemahaman itu pula sehingga beliau (Bung Karno) mengupayakan melaksanakan Konfrensi Asia Afrika di Bandung sebagai langkah awal untuk membentuk kekuatan politik, ekonomi, dan pertahanan bangsa – bangsa Asia dan Afrika.

III. UPAYA-UPAYA UNTUK MEMECAH BELAH BANGSA ASIA DAN AFRIKA

Bangsa-bangsa di negara-negara Asia Afrika selama ini rupanya sulit tidur nyenyak karena selain didominasi oleh negara kuat yang masih dalam kondisi terjajah, juga negara-negara yang telah merdeka dan berdaulat masih ada juga yang didominasi secara politik dan ekonomi, ada juga yang diganggu dengan tuduhan yang bermacam-macam untuk melahirkan ketakutan suatu bangsa terhadap negara kuat, bahkan tidak segan-segan menginvasi suatu negara baik dengan kekuatannya sendiri maupun dengan menggunakan negara lain untuk mengganggu suatu negara.

Ada juga negara yang diganggu dengan alasan untuk menerapkan sistem demokrasi, padahal demokrasi yang dikembangkan oleh mereka tidak lebih baik dari keadaan negara yang diganggu. Negara yang diganggu sebenarnya tatanan kehidupannya di dalam berbangsa dan bernegara sudah cukup baik, aman, sejahtra. Dengan masuknya propaganda demokrasi barat yang sifatnya membodoi masyarakatnya, tidak konsisten terhadap hukumnya, dan menjadikan masyarakatnya bebas tak terkendali, tak bermoral, tak beretika menjadikan masyarakat tidak bermoral, tidak berakhlak, mengembangkan kehidupan pergaulan bebas tanpa ikatan nilai moral dan spiritual keagamaan yang berke-Tuhanan. Sebenarnya propaganda ini dikembangkan tidak hanya karena iri melihat suatu negara yang aman, damai, sejahtera tanpa menerapkan demokrasi ala barat.

Demokrasi yang mereka kembangkan dikehendaki agar seluruh negara di dunia menerapkan demokrasi barat karena mereka telah mengakui dan menjamin bahwa demokrasi ala barat itulah yang dianggap benar. Padahal demokrasi yang didasarkan atas teori dan konsep Islam, justru itulah yang paling benar kalau dilaksanakan dengan benar.

Dermokrasi Islam tidak harus yang benar ialah yang menang, dan tidak harus yang menang adalah yang banyak. Demokrasi Islam yang benar ialah yang sesuai dengan aturan hukum Islam, yang menjadi pemenang didalam demokrasi Islam ialah yang benar, bukan karena banyaknya, sebagai contoh namun pemerintah telah menetapkan bahwa hari lebaran pada hari dan tanggal sekian, tetapi ada satu orang yang menyatakan melihat tanda atau gejala alam yang menunjukkan hari lebaran jatuh sehari lebih cepat maka pemerintah tidak segan-segan meralat penetapan karena setelah diteliti pembawa informasinya dapat dianggap meyakinkan sehingga satu orang yang menyatakan kebenaran dapat meralat keputusan yang dianggap tidak benar. Tetapi demokrasi barat selalu dalam suara terbanyak yang belum tentu kebaikan dan kebenarannya Misalnya dalam pemilihan yang dianggap demokrasi ialah yang terbanyak pemilihnya, tetapi kalau ada salah satu diantara yang akan dipilih adalah penjahat, sedangkan pemilih terbanyak adalah penjahat, maka yang akan menang dalam pemilihan adalah penjahat karena penjahat akan memilih sesamanya penjahat agar penjahat dapat memperoleh perlindungan.

Usaha untuk mengacaukan suatu negara merupakan alat politik agar pemerintah negara tersebut selalu menghadapi kesulitan, minta bantuan dari negara kuat sebagai mediator. Apabila bertindak sebagai mediator sudah pasti akan menggunakan waktu panjang untuk menyelesaikan kemelut. Begitu pula diusahakan agar antar negara bertetangga tidak hidup rukun dan damai dengan berbagai macam cara dan politik. Kalau semua negara yang bertetangga rukun dan damai maka sangat sulit bagi mereka untuk mengais keuntungan di dalamnya, baik keuntungan politik maupun keuntungan perekonomian.

Dengan kondisi tersebut, maka diasumsikan bahwa kalau diantara negara bertetangga tidak memelihara perdamaian maka negara kuat akan menjadikan kuda tunggangan untuk mengais keuntungan. Tetapi apabila diantara negara bertetangga hidup rukun dan damai memecahkan sendiri persoalan internal dan ekternalnya maka negara kuat akan menjadi kehilangan pasar, sulit berbuat dan berburu keuntungan di dalamnya.

IV. APA YANG HARUS DILAKUKAN OLEH BANGSA ASIA DAN AFRIKA UNTUK MENGHADAPI MASA DEPAN ?

Pengalaman bangsa-bangsa Asia dan Afrika dalam medan perang dan telah banyak merasakan pengalaman di dalam kesulitan. Dengan demikian maka tidak diragukan lagi daya lentur dan daya tahannya menghadapi kemumgkinan kesulitan di masa datang.

Cukup lama kedua bangsa itu diperangi dan dijajah yang secara tidak langsung merupakan suatu latihan perang dan latihan menderita. Selama bangsa Asia diperangi, kelihatannya sangat sulit untuk dikalahkan, bahkan semakin nampak keberaniannya menghadapi negara-negara yang menganggap dirinya memiliki kekuatan yang handal dan modern persenjataannya.

Bangsa Asia kini mulai bangkit dan memperlihatkan kemampuannya dalam pengembangan ilmu dan teknologi sebagaimana halnya kemampuan yang dimiliki oleh negara adi daya. Bangsa Asia mulai mengembangkan teknologi nuklir, namun bangsa adi kuasa mengadakan penekanan dan ancaman agar tidak melanjutkan usahanya di dalam mengembangkan teknologi nuklir, tetapi bangsa Asia tetap bersikuku untuk melanjutkan usahanya. Ini pertanda bahwa bangsa Asia mulai tidak takut lagi kepada mereka. Dengan menampakkan penentangannya ternyata ada sinyal bahwa mereka mulai kendor, pusing mau berbuat apa lagi, karena mereka menganggap bahwa mengembangkan ilmu dan teknologi adalah hak asasi, apalagi pengembangan teknologi untuk kemanusiaan, untuk membela manusia Asia dari ancaman dan dominasi mereka yang tidak manusiawi yang seolah mereka adalah bangsa yang paling hebat.

Bangsa Asia dan Afrika adalah bangsa yang terhormat, tapi kehormatannya diluluhlantakan oleh mereka dengan menggunakan kemajuannya dalam ilmu dan teknologi.

Oleh karena mereka tahu bahwa bangsa Asia dan Afrika adalah bangsa yang terhormat, bangsa yang bermartabat tinggi, bangsa yang unggul, bangsa yang memiliki kekayaan alam yang melimpah berdasarkan kesejarahannya, geografis dan geologinya sehingga mereka memanfaatkan ilmu dan teknologinya untuk menekan, mengacaukan, mengganggu, bahkan untuk menguasai agar tidak mengalami kemajuan, tidak menemukan jati dirinya, tidak berupaya menjadi saingan dalam pengembangan ilmu dan teknologi. Sebab kalau bangsa Asia dan Afrika mengalami kemajuan dan menyamai bangsa Eropa dan Amerika, maka kemungkinan mereka akan mengalami kemunduran karena sumber daya kebutuhan mereka dimanfaatkan sendiri oleh bangsa Asia dan Afrika untuk kepentingan masyarakat dan sebangsanya. Inilah yang menjadi kekhawatiran mereka sehingga tidak henti-hentinya memusuhi bangsa Asia dan Afrika

Mereka menaruh kebencian kepada bangsa Asia dan Afrika, sebenarnya bukan karena faktor agama dan keyakinan tetapi yang utama adalah faktor ekonomi dan kebutuhan bahan baku industri. Faktor agama hanya merupakan sebagai titian, mereka hanya menggunakan sebagai alat untuk memecah belah bangsa-bangsa yang memiliki keyakinan agama yang berbeda. Melalui perbedaan keyakinan mereka memanfaatkan sebagai alat politik agar bangsa yang berbeda keyakinannya saling memusuhi diantara mereka, mereka memanfaatkan orang-orang beragama menjadi manusia teroris karena dengan teroris ini dapat menjadi alasan untuk diburuh di dalam wilayah kekuasaan mayoritas muslim, dapat menjadi alasan untuk melancarkan tuduhan yang bersifat negatif terhadap suatu bangsa / negara yang dijadikan target untuk dikacaukan dan dikuasai.

Sesuai hasil pengamatan lewat pemberitaan media cetak dan elektronik, bahwa gedung kembar (WTC) yang hancur akibat tabrakan pesawat pada 11 September 2001 sesungguhnya bukanlah perbuatan teroris, tetapi kalau itupun perbuatan teroris mungkin teroris hasil produksi mereka sendiri.

Kalau kita melihat fakta kejadian yang apabila dihubungkan dengan usia gedung tersebut, sesungguhnya gedung tersebut telah habis masa pakainya, sudah saatnya direnovasi. Tetapi daripada dihancurkan begitu saja, alangkah baiknya kalau dijadikan alat politik untuk memukul gong sebagai tanda memulai gerakan invasi kenegara-negara yang memiliki potensi cadangan minyak bumi yang terbesar di dunia yaitu Irak, Iran, Afganistan, Saudi Arabia, termasuk Indonesia.

Untuk membuktikan bahwa hancurnya gedung tersebut adalah suatu rekayasa politik. Sesuai dengan informasi yang diketahui lewat media cetak dan elektronika nampak jelas kemungkinan rekayasa, sebab :

  1. Semua orang Amerika diinstruksikan libur pada hari itu, sehingga tidak terdapat orang Amerika di dalam reruntuhan gedung;
  2. Tidak masuk akal, sebuah gedung yang sudah teruji kekuatannya menahan goncangan ledakan hanya dirontokkan oleh sebuah pesawat;
  3. Gedung tersebut sebagai pusat penggodokan informasi dunia dari segala segi kehidupan sehingga gedung tersebut diperlengkapi dengan peralatan pemantau, penginderaan jarak jauh yang canggih, tetapi kenapa justru sebuah pesawat yang mengarah kegedung tersebut tidak terpantau oleh radar yang canggih
  4. Gedung tersebut hancur dan runtuh secara teratur, seperti halnya gedung yang sengaja dirobohkan dengan kekuatan dinamik khusus pengahncur gedung untuk renovasi, tidak terlihat serpihan gedung terlempar keluar sehingga tidak satu pun gedung yang ada disekitarnya ikut terbongkar, Kalau memangnya adalah ulah teroris, tentu tidak berfikir untuk menyelamatkan gedung yang ada dissekitarnya, tetapi mereka akan memasang bom yang tak terkendali agar lebih banyak memakan korban.
  5. Sampai hari ini mereka belum dapat menangkap pelaku pengeboman, kecuali hanya melancarkan issu bahwa yang bertanggung jawab adalah Osama bin Laden pimpinan al-Qaedah. Inilah yang menjadi alasan untuk diburuh di wilayah Afganistan dan sekitarnya. Hal ini menunjukkan, bahwa Inteljen bangsa Indonesia jauh lebih hebat ketimbang inteljen bangsa Amerika yang nota bene bangsa yang sudah maju segala-galanya. Begitu hebatnya inteljen bangsa Indonesia hanya beberapa hari setelah insiden bom Bali pelakunya sudah tertangkap.
  6. Gedung yang begitu hebat, memiliki peralatan yang canggih, tentu securitinya pun

sangat ketat. Tetapi sesuatu yang tidak logis kalau pelaku yang memasang bom di gedung tersebut tidak terpantau oleh security dan alat penginderaannya yang canggih sehingga pelaku yang memasang bom bisa lolos masuk kedalam gedung.

Kedepan, apa yang seharusnya dilakukan oleh bangsa-bangsa Asia dan Afrika, tidak lain hanya memerlukan kekompakan, memupuk persatuan dan kesatuan, menciptakan pesekutuan negara-negara Asia dan Afrika yang bertujuan :

  1. Melindungi rakyat Asia Afrika dari dominasi / gangguan baik berupa intervensi maupun invasi dari negara ysng berkepentingn;
  2. Melindungi asset yang berupa sumber daya alam bangsa Asia dan Afrika;
  3. Meningkatkan dan mengembangkan ilmu dan teknologi untuk menciptakan kemakmuran dan kesejahteraan bangsa Asia dan Afrika;
  4. Menjamin keamanan dan ketertiban wilayah Asia dan Afrika;
  5. Melepaskan keterikatan dan dominasi negara adidaya terhadap negara / bangsa Asia dan Afrika;
  6. Memelihara peninggalan sejarah dan peradaban bangsa-bangsa Asia dan Afrika.

V. KESIMPULAN

Setelah penulis menuangkan imajinasi yang berdasarkan fakta, maka penulis menyimpulkan, bahwa negara – negara kawasan Asia dan Afrika merupakan suatu kawasan yang sangat penting di dunia, merupakan kawasan yang menjadi lahan perebutan bagi negara-negara Amerika dan Eropa karena kawasan Asia dan Afrika banyak memiliki sumber daya alam, sumber daya manusia, dan sumber daya hayati yang kesemuanya merupakan bahan kebutuhan untuk keperluan industri bagi negara-negara maju.

Bangsa-bangsa di kawasan Asia Afrika diupayakan oleh bangsa Erpa dan Amerika agar bangsa-bangsa di kawasan Asia dan Afrika tidak mengalami kemajuan pesat dalam bidang ilmu dan teknologi. Kalau bangsa-bangsa di kawasan Asia dan Afrika mengalami kemajuan dalam ilmu dan teknologi, dapat mengakibatkan terjadinya kemunduran negara-negara yang dianggap maju sekarang.

Namun demikian usaha mereka, tetapi menurut sunnatullah mereka tidak akan mampu memiliki kekuatan secara abadi. Manusia sesuai sunnatullah silih berganti, tidak selamanya yang lemah akan menjadi lemah terus. Tetapi yang lemah sekarang disuatu saat akan menjadi kuat. Kalau menjadi kuat akan sulit dorobohkan dalam waktu yang singkat.

Untuk memiliki kemampuan dan kekuatan, Allah mengajarkan dengan jalan menguasai ilmu dan teknologi (tiori Iqra’) yang didukung oleh nas-nas yang ada di ayat lain mengarahkan manusia untuk menguasai dunia sebagai khalifah yang mengatur kehidupan untuk menyelamatkan diri di dunia dan di akhirat (teokrasi atau konsep kehidupan yang berkeTuhanan), bukan hanya untuk kehidupan dunia semata sebagaimana halnya konsep kehidupan yang dikembangkan oleh bangsa Eropa dan Amerika sebagai konsep Sekularisme.

Berbagai konsep yang dikembangkan oleh bangsa Erpa dan Amerika seperti konsep liberalisme, kapitalisme, sosialisme, demokrasi, sekularisme, gender dan sebagainya semuanya merupakan konsep yang diarahkan untuk manjauhkan manusia dari Tuhan, melepaskan manusia dari ikatan Tuhan. Padahal sebagaio manusia harus sadar, bahwa kejadiannya berasal dari benda yang hina kemudian Tuhan menjadikannya (manusia) yang berakal, berkemauan, dan berkemampuan mengembangkan peradabannya.

Bangsa Asia dan Afrika adalah bangsa yang hebat, unggul, kuat, dan merupakan keturunan yang berilmu pengetahuan (cerdas), bangsa yang memiliki sumber daya alam yang sangat banyak, memiliki sumber daya manusia yang lumayan, hasil hutan dan laut yang masih cukup melimpah. Hanya saja untuk masa sekarang, apa yang dimiliki oleh pendahulu bangsa-bangsa Asia dan Afrika diambil alih oleh bangsa Eropa dan Amerika sehingga bangsa Asia dan Afrika dewasa ini masih berada pada tataran yang masih terbelakang. Kita harus yakin, bahwa sejarah akan kembali dan semua kekuatan yang dimiliki oleh pendahulu kita akan kembali ketangan bangsa Asia dan Afrika. Hanya saja waktunya tidak dapat ditentukan, kapan semua itu akan kembali di tangan bangsa-bangsa Asia dan Afrika.

Sarana untuk merebut kembali warisan masa lalu, sebenarnya telah ada yaitu KAA Bandung yang digagas dan dilaksanakan oleh Presiden pertama Indonesia (Bung Karno), sisa bagaimana membawa KAA ini kearah yang dapat mengembalikan jati diri bangsa-bangsa Asia dan Afrika agar tidak dianggap enteng dan rendah oleh bangsa Eropa dan Amerika. Mereka melepaskan dominasinya dari segi kekuasaan, politik, budaya, ekonomi dan keamanan, karena dengan dominasi itulah yang menyebabkan sehingga bangsa-bangsa Asia dan Afrika menjadikan tidak tidur, terganggu terus agar tidak mengalami kemajuan yang pesat sebagai kekhawatiran menjadi bangsa pesaing dan sulit dikuasai.

Untuk itu semua, maka bangsa-bangsa Asia dan Afrika perlu berupaya saling membantu untuk menyelesaikan persoalannya sendiri, berupaya menjalin hubungan kerjasama dan persahabatan untuk menciptakan persatuan dan kesatuan bangsa-bangsa di kawasan Asia dan Afrika, bersekutu memperkuat perekonomian dan persenjataan untuk menangkal dominasi kekuatan militer dan kekuatan-kekuatan lainnya di kawasan Asia dan Afrika.

Demikianlah sekilas harapan penulis yang dituangkan di dalam tulisan ini. Tulisan ini merupakan sebuah renungan setelah melihat pergolakan politik internasional yang dimotori oleh negara yang dianggap adi daya bersama dengan sekutunya, dipadukan dengan fakta-fakta sejarah, geografis dan geologi sehingga menjadi rangkuman masalah yang perlu dipikirkan bersama, sampai sejauh mana tingkat kebenaran begitu pula kemungkinan penerapan dan pengembangannya. Untuk itu, penulis mengharapkan penyempurnaan dari pembaca karena tulisan sesingkat ini tentu mamiliki banyak kelemahan dan kekurangan, namun tidak menutup kemungkinan ada manfaatnya. Atas perhatian dan respon pembaca yang budiman, penulis mengucapkan banyak terima kasih.

0 komentar: